Malaysia Dukung Bahasa Indonesia Mendunia

Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Sri Utama Rais Yatim, mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia kelima. Alasannya, bahasa Indonesia dipakai hampir 300 juta penduduk, baik di Indonesia maupun Malaysia. "Kita usulkan itu, dan secara informal saya sudah katakan pada Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Tifatul Sembiring. Dia (Tifatul) bilang usul menarik yang perlu dipelajari dan ditindaklanjuti," kata Rais, di Kuala Lumpur, Selasa (29/1).

Malaysia Dukung Bahasa Indonesia Mendunia


Berbicara di hadapan sejumlah wartawan Indonesia, Rais Yatim mengatakan, jika Indonesia setuju, perlu dibuat semacam joint committee untuk mengembangkan lebih lanjut. "Malaysia tidak akan berdiri di depan, melainkan agar Indonesia yang berperan, karena pengguna bahasa Indonesia lebih banyak di Indonesia," kata Rais.


Rais Yatim yang pernah menjadi menlu, lebih lanjut, mengatakan budaya dan pemikiran Barat telah merasuk ke mana-mana sehingga generasi muda menganggap yang terbaik adalah yang dari Barat. Budaya Melayu dan bahasa Indonesia bisa menjadi alternatif. Menjawab pertanyaan tentang naik-turunnya hubungan Indonesia dan Malaysia di mata masyarakat, hubungan Indonesia-Malaysia seharusnya seperti pengantin baru, artinya masing-masing melindungi kelemahan dan menjaga perasaan sehingga tidak akan timbul persoalan persepsi yang keliru.

"Jangan membuat isu yang bisa menimbulkan masalah sebab kita sedayung, sederep, sejalan," kata Rais. Dalam kaitan ini, Rais melihat jika media tidak meributkan masalah hubungan kedua negara, masalah tidak akan muncul.

Menjawab pertanyaan soal TKI yang sering menimbulkan masalah, Rais mengatakan setuju bila penempatan TKI ke Malaysia tidak melalui agen, tapi resmi antarnegara. Namun, pihak Indonesia mungkin banyak ditentang agen atau PJTKI. "Bagi kami, bila antar pemerintah akan mengurangi berbagai ekses karena agen pasti mencari untung sebesar-besarnya.



Sumber : KJ

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More